Stadion Benteng Dibiarkan, Dilupakan, dan akan Dihancurkan

CO.ID, Menjadi bagian dari sejarah persepakbolaan Tangerang Raya bukan berarti akan selalu dikenang dan dirawat. Seyogiyanya, stadion Benteng sudah melanggengkan nama-nama besar pemain sepak bola yang hadir mewarnai dunia sepak bola Indonesia. Kini, stadion Benteng hanya seonggok bangunan tua yang dilupakan.
Seorang buruh pembuat bunga hias dari spons, Herul (29) sedang asyik membolak-balikkan spons basah bahan dasar dari bunga hias yang dia kerjakan. Tak sembarang tempat dirinya menjemur bahan basah tersebut, Herul menjemur spons-spons yang dia warnai tersebut di lapangan stadion Benteng. “Biasa jemur di sini sih emang udah kurang lebih dua tahun,” ujarnya saat ditemui Republika di stadion Benteng, Rabu (15/3).
Semak belukar, jemuran spons, sampah yang berserakan menjadi pemandangan lumrah yang terjadi di dalam stadion. Yang menjadi bagian terburuk tidak hanya itu, kondisi bangunan rapuh dan tak terawat bisa jadi akan membahayakan pengguna stadion.
Coretan di segala penjuru tembok bangunan menjadi bukti tidak ada keseriusan pihak penguasa untuk menyelesaikan kisruh saling klaim Stadion Benteng dari pihak Pemerintah Kabupaten Tangerang sebagai pemilik aset Stadion Benteng dan Pemerintah Kota Tangerang yang menjadi pemilik wilayah tempat berdirinya stadion Benteng.
Setelah menjemur beberapa lembar spons, Herul kembali ke tempatnya mencelup. Saat itu, ia bertugas mewarnai spons berwarna kuning. Rekannya, Ujang Ruslan, mewarnai spons berwarna merah.
Herul menjelaskan, sudah memberitahu dan mendapat izin dengan pihak pengelola stadion dengan pihaknya untuk penggunaan lahan ini. Menurutnya, lapangan yang sedang dibekukan ini memang sering disewakan. “Jadi, siapa saja bisa menyewa atau memakai stadion ini untuk melakukan kegiatan,” jelasnya.
Tak hanya menjadi bagian dari tempat menjemur spons. Lahan parkir dari stadion benteng juga kerap kali menjadi tempat parkir liar. Terlihat berjejer mobil pribadi jenis kijang kapsul berjejer di bagian selatan lapangan.
Pedagang kelontong yang biasanya membuka lapaknya di sekitar stadion, Jaelani (38) mengatakan, biasanya ada anak-anak SMA yang membawa mobil pribadi memarkirkan kendaraannya. Selain anak-anak SMA, kerap juga angkot yang ngetem atau sekedar beristirahat di warungnya.
Jaelani menjelaskan, sepi yang terjadi hari ini berbanding lurus dengan tidak terawatnya stadion Benteng. “Dulu mah ramai pas masih ada pertandingan. Kalau sekarang kan jarang-jarang ya ada acara,” ujarnya.
Pada Selasa (14/3), Wali Kota Tangerang Arief R. Warmansyah mengatakan, stadion Benteng akan dialihfungsikan menjadi ruang terbuka publik dan akan digantikan oleh sport center. Kita masih evaluasi, itu tetap jadi ruang publik, tetap jadi lapangan tapi kan nggak strategis di situ, apalagi pengalaman dulu-dulu kan selalu ribut di tengah kota. maka kita bangun dengan kawasan yang lebih aman,” kata Arief.
Untuk menggantikan stadion yang dibangun pada 1989 itu, Pemerintah Kota Tangerang sudah merencakan akan membangun sport center di wilayah Pinang. Arief menjelaskan, lahan seluas 10 hektare di wilayah Pinang akan menjadi tempat yang tepat untuk membangun pusat olahraga Kota Tangerang.
Untuk nasib stadion Benteng sendiri, Arief menjelaskan pemkot sudah membuat perencanaan penataan ulang. “Kita tata, kita ingin seperti stasiun kereta Tanah Tinggi kan juga bikin macet, nanti kita geser, nanti kita komunikasikan juga, jadi penataannya, penataan kawasan,” jelasnya.
Selain alasan lokasi stadion yang tidak strategis, Arief mengatakan, pengalaman tentang konflik dan bangunan stadion yang sudah rapuh menjadi bagian pertimbangan stadion Benteng akan dialihfungsikan. “Bangunannya sudah rapuh, kan kasihan. Nanti kalau ada yang celaka, yang meminta (mempertahankan) yang mau menjamin? kan kasihan, mungkin yang masih layak kita akan pertahankan.

carhartt-japan.com Situs Bola Online dengan bonus deposit 30% Sumber: Republika.co ID