Skuad PSIS meragukan

Sindonews.com – Kick off kompetisi Divisi Utama 2014 kian dekat. Tapi, skuad PSIS Semarang masih belum meyakinkan untuk berkompetisi. Hal ini tidak lepas dari belum solidnya lini depan maupun lini tengah. Padahal 15 April 2014, PSIS akan memulai pertandingan perdana dengan tim tetangga Persipur Purwodadi. Mahesa Jenar masih mengalami masalah klasik, yakni kesulitan membobol gol di barisan depan. Adapun, di barisan tengah, kurangnya organisasi tim, khususnya dari menyerang lalu ke posisi bertahan setelah ada serangan balik. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Apalagi, PSIS Semarang ke depan bakal bertemu tim-tim kuat seperti Persis Solo. Secara pengalaman bertanding uji coba, Laskar Sambernyawa lebih banyak dibandingkan skuad Ronald Fagundez dkk. Sedangkan PSIS tercatat hanya 7 kali uji coba, terakhir dengan Persibat Batang, Minggu (30/3) di Stadion Moh Sarengat Batang. PSIS berhasil ditahan imbang Persibat 1 : 1. Gol PSIS dicetak oleh Ronald Fagundez melalui titik putih. Pada uji coba sebelumnya, PSIS juga ditahan imbang PSIR Rembang 0 : 0. Dengan waktu yang hanya kurang 15 hari lagi, mau tidak mau PSIS harus sudah bisa membenahi dua lini tersebut. Adapun untuk lini belakang, selama ini dianggap sudah lebih baik setelah masuknya Safrudin Tahar, eks PSM Makassar. Dari internal PSIS sendiri, terjadi silang pendapat antara pengurus dan tim pelatih. Pengurus menginginkan agar uji coba sekali lagi dengan tim selevel atau di atasnya, sementara pelatih meminta agar anak asuhnya uji coba dengan tim lokal untuk menghindari cedera. Manajemen tetap memaksakan untuk menggelar uji coba lagi, bahkan tidak dengan tim selevel, tapi dengan tim yang berlaga Indonesia Super League (ISL) agar mental pemain semakin bagus. General Manager PSIS Semarang Kairul Anwar mengatakan, masih dijajaki uji coba dengan Persiba Bantul. Pertandingan rencananya akan dilangsungkan di Bantul. Tapi dia belum bisa memastikan pelaksanaannya. “Kalau tidak Jumat atau Sabtu minggu-minggu ini. Kita yang ke sana,” ungkap Kairul Anwar. Menurut Kairul, sebenarnya permainan PSIS saat dijamu Persibat Batang cukup bagus. Kerjasama antar lini juga sudah mulai terlihat kompak. Namun satu hal yang masih perlu diperbaiki khususnya soal organisasi pemain di lapangan, ketika dalam kondisi di serang balik, setelah gagal melakukan serangan. “Ini teknis tugas dari pelatih, biar dievaluasi coach,” kata dia. Pelatih Eko Riyadi sebenarnya berharap menggelar uji coba dengan tim lokal. Karena jika bertanding dengan dengan tim selevel, rawan terjadi cedera. “Kalau pemain cedera, penyembuhannya bisa lama. Kan kompetisi sudah semakin dekat,” kata Eko. Menurut dia, penyelesaian akhir anak asuhnya memang masih payah. Kendati mendapatkan peluang saat dijamu Persibat Batang, tapi tidak bisa dikonversi menjadi gol. Dirinya beralasan, saat itu Harry Nur dan Julio Alcorse belum benar-benar pulih dari cedera. “Keduanya belum 100 % pulih. Organisasi pemain dari menyerang ke bertahan, masih perlu diperbaiki lagi,” kelit dia. PSIS saat ini hanya memiliki stok tiga penyerang masing-masing Harry Nur, Julio Alcorse dan Wahyu Saputra (magang). PSIS hanya mengandalkan Harry Nur dan Julio Alcorse, setelah pemain depan lainnya Saptono masih dirawat di rumah sakit karena tipes. ( ( wbs ) dibaca 3.360x

Sumber: Sindonews