Rela akur demi negara

Sindonews.com – Gengsi kerap jadi taruhan setiap duel tim sekota digelar. Tak terkecuali laga derby Bandung yang mempertemukan Persib Bandung dengan Pelita Bandung Raya (PBR) yang bakal kembali di helat di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, 11 Juni nanti. Namun, tidak selamanya laga derby berkonotasi permusuhan akut. Meski sempat jadi topik hangat akibat kericuhan yang melibatkan kapten Bandung Raya, Adjat Sudrajat dengan Ketua Umum Persib kala itu, Wahyu Hamijaya pada laga derby Bandung di Stadion Siliwangi, 23 Juni 1996./ Maung Bandung dan PBR sempat akur demi Negara. Cerita menarik itu terjadi pada tahun 1996 ketika PBR yang kala itu identik dengan nama Bandung Raya berlaga di pentas Piala Winners Asia musim 1996/1997. PSSI dibawah kepemimpinan Azwar Anas, secara spontan menunjuk Bandung Raya dan PSM Makasar yang berstatus juara Wilayah Barat dan Timur tampil di ajang antarklub Asia. PSM kebagian jatah bermain di Piala Champions Asia, sedangkan Bandung Raya di ajang Piala Winners Asia. Penunjukan kedua tim awalnya menimbulkan pro dan kontra. Sebab keduanya tidak benar-benar merepresentasikan wakil Indonesia karena ketika kejuaraan antarklub Asia dilaksanakan kompetisi Liga Indonesia musim 1995/1996 masih berjalan. Meski pada akhirnya kedua tim secara de facto memang pantas tampil di Asia setelah lolos ke partai puncak Ligina edisi II. Adalah Yadi Mulyadi, bek tangguh milik Persib yang membuat duo Bandung bersatu. Karena pertimbangan kekurangan pemain serta demi menghindari kelelahan, Bandung Raya meminjam Yadi dari Persib untuk tampil di babak pertama Piala Winners Asia menghadapi wakil Malaysia, Pahang FA. Selain Yadi, kala itu Bandung Raya yang ditangani pelatih asal Belanda, Henk Wullems juga meminjam sejumlah pemain dari klua lain. Diantaranya, Emanuel Maboang Kessack (Pelita Jaya), Sudirman (Arseto Solo) dan Agus Suparman (Persita Tangerang). Setelah melewati hadangan Pahang dengan skor aggregat 5-1. Langkah Bandung Raya terhenti di babak kedua usai disingkirkan wakil Hongkong, South China dengan skor aggregat 1-5. Terlepas dari hasil buruk di pentas Asia, kesuksesan Bandung Raya pada musim 1995/1996 mempertegas julukan sepak bola Bandung sebagai kekuatan paling disegani kala itu bersama saudara tuanya Persib yang tampil dominan sejak pertengahan 1980’an hingga 1990’an ( wbs ) dibaca 3.914x

Sumber: Sindonews