Ormas Pendukung Nilai Kasus Ahok Dipolitisasi

Jakarta – Berbagai organisasi masyarakat (ormas) baik yang pro maupun kontra Ahok mendatanginya gedung eks Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat yang menjadi tempat digelarnya sidang calon Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kedua, hari ini. Dari beberapa ormas pendukung Ahok, mereka menilai kasus Ahok adalah murni dipolitisasi yang penekanannya mengarah ke kasus politik. Laode Kamaludin dari ormas Rawa Nusantara membenarkan hal itu. Karena itu, pihaknya akan terus melawan orang-orang yang akan menghancurkan Ahok. “Kita buktikan kita solid. Berani mengucapkan apa itu yang benar. Kasus Ahok murni kasus politik,” kata Laode di gedung eks PN Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (20/12). Puluhan ormas pendukung Ahok ini membawa spanduk dan poster yang bertuliskan, “Bebaskan Ahok, Ahok-Djarot Sudah Terbukti, Ahok itu Anugerah, NKRI harga mati.” Laode menegaskan, pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017 sungguh luar biasa. Terlihat perhatian warga Jakarta yang sangat tinggi terhadap pilgub tersebut. Namun, sayangnya pelaksanaan Pilgub DKI dikotori dengan isu penistaan agama yang dilakukan Ahok. “Daerah lain seperti Yogyakarta, banyak melakukan Pilkada. Tetapi di sana mereka menjunjung tinggi Pancasila. Tidak ada perbedaan agama Kristen dan Islam,” ujarnya. Menurutnya, ada oknum-oknum yang ingin menjatuhkan Ahok. Karena Ahok mampu menjegal begawan APBD. Terbukti ia mampu memangkas anggaran sebesar Rp 12,1 triliun untuk menyelamatkan DKI. “Hari ini kita lihat siapa yang korupsi, ditangkap. Reklamasi terbukti tidak? Tidak. Yang tertangkap justru saudara kita yang ingin berusaha menghancurkan korupsi,” paparnya. Rully dari ormas Demi Anak Generasi menegaskan warga Jakarta menyatakan Ahok tidak pernah mengatakan penistaan agama. “Dia hanya korban dari oknum yang berkepentingan. Ahok sudah terbukti bekerja keras. Lihat saja Kalijodo, dulu tempat prostitusi sekarang jadi indah,” kata Rully. Lenny Tristia Tambun/PCN BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu