Kas Hartadi dan Yudi Suryata Ramaikan Bursa Pelatih Persis Solo

SOLO – Sejumlah pelatih yang berasal dari Solo Raya dan sekitarnya masuk dalam daftar bidikan Persis Solo. Nama-nama pelatih Yudi Suryata, dan Kas Hartadi telah masuk dalam kantong manajemen. Untuk Kas Hartadi, tentu masih jauh panggang dari api. Saat ini dia masih melatih Pusamania Borneo FC. Adapun kans Yudi Suryata, untuk bergabung dengan Persis, sangat terbuka karena musim 2015 tidak melatih. Pelatih yang sukses mengantarkan Persijap Jepara menembus ke Indonesia Super League (ISL), itu tidak lagi diperpanjang kontraknya di Laskar Kalinyamat. Namun, pengurus belum berani memutuskan untuk mengontrak permanen pelatih satu musim, lantaran kompetisi juga masih belum jelas. ”Solo itu ada banyak pelatih, ada Kas Hartadi, dan Yudi Suryata. Semuanya serba mungkin untuk menggunakan tenaganya,” ungkap Sekretaris Persis Sapto Joko Purwadi, Kamis (7/1). Namun, Sapto mengaku tidak bisa terburu-buru untuk mengontrak pelatih kepala. Pasalnya, kompetisi hingga saat ini belum ada kejelasan. Jika sekadar turun dalam turnamen, Laskar Sambernyawa tidak perlu menggunakan jasa head coach , karena durasinya pendek. ”Kasihan kalau bersama tim hanya dua bulan. Jika memang merekrut pelatih kepala, tentu harus dengan klausul kontrak, tapi saat ini tim tidak ada pemasukan, karena minus kegiatan,” tuturnya. Peluang juga terbuka untuk mendatangkan pelatih dari Magelang, seperti Widyantoro, yang musim 2015 melatih klub Perserang Serang. Kemudian ada juga Inyong Lolombulan, pelatih asal Yogyakarta, yang melatih Persis musim 2011. Namun, manajemen masih menutup rapat-rapat, nama pelatih yang menjadi bidikan utama. ”Pelatih banyak lah, kita tidak bisa mengekspose terlebih dulu,”kelitnya. Dia berharap agar segera ada kepastian. Pihaknya kurang sepakat jika hanya turnamen jangka panjang, namun yang diminta oleh klub adalah kompetisi resmi. “Kami sudah tidak sabar main kompetisi, kondisi sekarang dilematis,” tuturnya. Karena kompetisi tidak kunjung digulirkan, Persis memutuskan tidak mencari pelatih baru setelah mendepak Aris Budi Sulistyo. Jika sedang butuh untuk persiapan pembentukan tim, manajemen memanfaatkan tenaga Agung Setyabudi, eks kapten tim nasional (Timnas). Agung terganjal menjadi pelatih kepala, karena lisensinya belum memenuhi syarat. ( aww ) dibaca 7.784x

Sumber: Sindonews