Kadispen AU: Insiden Pemukulan Wartawan di Medan Sudah Selesai

Jakarta – Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI Angkatan Udara (AU) Marsma TNI Jemi Tri Sonjaya mengemukakan masalah pemukulan terhadap wartawan oleh aparat TNI AU di Medan, Sumatera Utara (Sumut) telah selesai. TNI AU dan wartawan yang terkena pukulan telah bertemu dan telah membahas masalah tersebut. “Kami TNI AU sudah menindaklanjuti untuk menyampaikan permohonan maaf kepada wartawan yang terkena tindakan kekerasan. Wartawan tersebut awalnya tidak menggunakan identitas dan bergabung dengan massa. Tetapi setelah dia menyampaikan wartawan, anggota kami justru melindungi supaya tidak terjadi salah paham lagi,” kata Jemi di Jakarta, Kamis (18/8). Ia menjelaskan, insiden tersebut terjadi hanya salah paham. Sewaktu terjadi demo anarkis, ada provokator yang melempar anggota dengan batu sebesar batu bara. Lemparan itu mengenai kapala salah satu anggota TNI AU. Akhirnya anggota TNI terpancing emosi dan mengejar pendemo yang membawa batu, panah dan sejenis tombak. Pada saat itulah wartawan yang bersangkutan terkena pukulan dari anggota TNI AU. “Sudah selesai masalahnya. Sebenarnya ada yang menunggangi. Pembangunan rusunawa tidak ada hubungannya dengan penggusuran rumah warga karena tanah yang ada merupakan tanah kosong,” jelasnya. Namun dari pembangunan yang ada, hadir provokator yang menyampaikan TNI AU akan menggusur rumah warga di Sarirejo. Padahal bukan begitu sebenarnya. “Penggusuran rumah warga untuk pembentukan opini bahwa TNI AU melakukan kesewenang-kesewenangan terhadap warga. Begitu kejadian di lapangan,” tegasnya. Sebagaimana diketahui, pada Senin (15/8) lalu, terjadi aksi unjuk rasa sengketa tanah di Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Medan. Saat terjadi benturan, dua jurnalis yang sudah membaur dengan massa tidak bisa menunjukkan kartu Pers sehingga petugas sulit membedakan. Kedua awak media itu adalah Array Argus dari Tribun Medan dan juru kamera MNC TV Andri Safrin. Robertus Wardi/WBP Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu