Jaksa Akan Periksa Presiden Korsel

Seoul – Jaksa akan segera memeriksa Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye, atas tuduhan skandal politik yang mengguncang jabatannya. Ini adalah pertama kalinya bagi presiden aktif Korsel menjalani pemeriksaan kasus hukum. Puluhan ribu rakyat Korsel berunjuk rasa hari Sabtu (12/11) untuk mendesak pengunduran diri Park. Kantor berita Korsel, Yonhap, mengutip seorang pejabat menyatakan pemeriksaan Park akan digelar antara hari Selasa (15/11) atau Rabu (16/11). Park terlibat kasus kolusi karena mengizinkan temannya, Choi Soon-sil, untuk memanipulasi kekuasaan di balik layar. Jaksa telah menahan Choi dan memeriksa bos utama perusahaan teknologi Samsung, Hyundai, dan Korean Air. Wakil pimpinan Samsung Electronics, Lee Jae-Yong, diperiksa terkait sejauh mana Park menekan perusahaannya untuk menyumbangkan jutaan dolar kepada yayasannya yang dikuasai oleh Choi. Jaksa juga sudah menginterogasi pemimpin Hyundai Motor Group dan Hanjin Group. Jaksa menduga Choi memeras dari perusahaan-perusahaan Korsel serta melakukan penggelapan dan penyalahgunaan kekuasaan. Choi telah memanfaatkan persahabatannya dengan Park untuk meminta sumbangan bagi yayasan nirlabanya. Choi juga diduga terlibat dalam pengambilan keputusan negara, bahkan penunjukkan pejabat Korsel dan penyusunan naskah-naskah pidato presiden. “Benar kami berencana memeriksa presiden tapi waktunya belum diputuskan,” kata pejabat dari kantor kejaksaan yang tidak disebutkan namanya, seperti dikutip dari Reuters, hari Minggu (13/11). Dukungan rakyat kepada Park telah turun drastis ke titik terendah sepanjang kepresidenan Korsel, yakni hanya lima persen. Kantor kepresidenan Korsel menyatakan akan mempertimbangkan pendampingan pengacara untuk Park. Sejumlah presiden Korsel sebelumnya telah terlibat tudingan berbagai skandal melibatkan anggota keluarga mereka, tapi tidak satu pun yang diperiksa kejaksaan saat masih menduduki jabatannya. Di konstitusi Korsel, presiden yang sedang menjabat memiliki kekebalan dalam penuntutan kecuali untuk kasus-kasus pengkhianatan.Tapi, presiden tetap boleh menjalani penyelidikan. Park telah menduduki kursi presiden selama 15 bulan. Jika dia mundur sebelum akhir jabatannya, pemilu Korsel harus segera digelar dalam kurun 60 hari. Natasia Christy Wahyuni/WIR Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu