Frekuensi 1.900 MHz Smart Telecom Dihentikan

Jakarta – Penggunaan pita frekuensi 1.900 MHz Smart Telecom resmi dihentikan. Penandatangan berita acara penghentian penggunaan frekuensi tersebut dilakukan antara PT Smart Telecom dan 18 Kepala UPT Monitoring Spektrum Frekuensi Radio, yang disaksikan oleh Direktur Jendral SDPPI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan para anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) di Kantor PT Smart Telecom, Tangerang, Banten, Rabu (14/12). Penghentian itu dilakukan oleh Kemkominfo untuk tujuan penataan ulang spektrum frekuensi radio untuk mendapatkan tambahan bandwidth, atau pita frekuensi yang lebih lebar serta meningkatkan kecepatan untuk kebutuhan mobile broadband secara nasional. Direktur Jendral SDPPI Dr Ismail menyampaikan bahwa penghentian penggunaan pita 1.900 itu merupakan bagian dari penataan pita frekuensi seluler nasional secara keseluruhan. “Tujuannya agar lebih efisien dan optimal dalam penggunaan pita frekuensi,” kata dia. Dia mengungkapkan, dengan penghentian penggunaan 1.900 MHz Smart Telecom, Kemkominfo dapat menata kembali penggunaan blok 11 dan 12 pada pita 2.100 MHz yang selama ini terganggu dengan penggunaan pita 1.900 MHz berteknologi CDMA. Ismail juga menegaskan, meskipun pelaksanaan penghentian penggunaan pita spektrum frekuensi 1.900 sudah dilaksanakan dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, Kemkominfo akan tetap melakukan pengawasan terus-menerus. “Hal itu dilakukan untuk memastikan tidak adanya potensi gangguan yang merugikan pada pita frekuensi 2,1 GHz,” tegasnya. Sebagai informasi, pita 2,1 GHz saat ini menjadi tumpuan utama pita 3G nasional dengan penetrasi lebih dari 90% kabupaten/kota di seluruh Nusantara. Dengan pemindahan tersebut, pita 2,1 GHz dapat terhindar dari interferensi, sehingga layanan kepada pelanggannya dapat lebih optimal. Direktur utama Smart Telecom Merza Fachys pun menyatakan komitmennya untuk mendukung penataan frekuensi yang dilakukan oleh Kemkominfo untuk kepentingan nasional. Selanjutnya, Kemkominfo dapat memanfaatkan frekuensi tersebut, selain untuk kepentingan pelayanan yang lebih baik ke pelanggan dengan beralih ke teknologi 4G dari CDMA. “Smart Telecom sudah melakukan beberapa langkah sebelum pelaksanaan penghentian, antara lain melakukan relokasi pita frekuensi 1.900 MHz dimulai pada November 2016 dengan memperhatikan keberlangsungan layanan pelanggan,” ujar dia, seperti dikutip dari kominfo.go.id. Selain itu, relokasi pita frekuensi 1.900 MHz dilaksanakan dengan cara mengurangi jumlah carrier secara bertahap di seluruh daerah hingga menyisakan satu carrier pada 6 Desember 2016. Penghentian secara nasional telah selesai secara nasional pada 14 Desember 2016. Kebijakan itu sudah sesuai dengan amanat dari Peraturan Menteri Kominfo Nomor 22 Tahun 2014 tentang Penggunaan Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Telekomunikasi Bergerak Seluler dan Realokasi Penggunaan Pita Frekuensi Radio 1,9 GHz yang menerapkan Personal Commmunication System 1.900 ke pita frekuensi Radio 2,3 GHz. Abdul Muslim/MUS Investor Daily

Sumber: BeritaSatu