Anies Akan Beli 1.200 Lahan Kosong untuk RPTRA

Jakarta – Calon Gubernur nomor urut tiga dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017, Anies Baswedan berencana akan membeli minimal 1.200 lahan kosong di seluruh lima wilayah kota administrasi dan satu kabupaten yang ada di Jakarta. Lahan-lahan tersebut nantinya akan digunakan untuk melakukan pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) serta memenuhi minimal kuota Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan persentase 30 persen dari wilayah DKI Jakarta. Hal tersebut disampaikan Anies kepada jurnalis usai menghadiri dan memberikan sambutan dalam kunjungannya ke permukiman di Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Kamis (17/11). “Selama ini masalah pengadaan RPTRA adalah keterbatasan lahan karena sangat ribetnya berbagai prosedur dan peraturan. Kami akan mempermudah pengadaan tersebut agar jauh lebih fleksibel dan mempermudah pembelian lahan untuk pembangunan RPTRA,” ujar Anies, Kamis (17/11) di Jalan Juang II, RW04, Kelurahan Kelapa Gading Timur. Ia mengungkapkan saat ini pihaknya akan melakukan pembelian lahan kosong. Targetnya bisa mencapai 1.200-1.500 lahan kosong. “Targetnya di setiap RW minimal dua sampai tiga RT memiliki satu lahan untuk dibangun RPTRA, dengan jumlah 3.000-an RW, jadi kami berharap bisa ada 1.200-1.500 lahan kosong baru untuk pembangunan RPTRA warga di DKI Jakarta,” tambahnya. Meski sebagian besar lahan kosong yang ada itu bukan milk Pemrpov DKI Jakarta, Anies mengaku lahan partikelir tersebut nantinya bisa dipinjamkan ke Pemprov DKI Jakarta selama waktu tidak digunakan oleh pemilik lahannya. “Anggarannya itu nanti bisa dari APBD, pihak swasta yang ingin menjalankan tanggung jawab sosialnya kepada warga di tempat sekitarnya berusaha,” kata Anies. Menurut Anies, keberadaan lokasi RTH berupa RPTRA dan sarana interaksi masyarakat lainnya sangat penting agar dapat membuat warganya tidak mengalami depresi sosial. “Selain ada tempatnya, nanti juga kegiatan dan interaksinya harus diadakan secara rutin dan dengan baik, jadi tidak hanya keberadaan RPTRA-nya saja,” ucap Anies. Ketua RW04 Kelurahan Kelapa Gading Timur, H. Ustad Tarbidin, mengaku sangat senang dengan ide pembangunan RPTRA tersebut. “Kalau bisa jangan hanya RPTRA saja Pak, di sini warga juga masih banyak yang khawatir digusur. Tolong dibantu agar jangan digusur begitu saja tanpa ada relokasi ke rusun atau ganti rugi,” kata Tarbidin. Anies-pun mengaku akan melihat unsur legalitas tanah dan jika memang bisa diupayakan untuk ditata, maka akan dibuat sistem kampung deret. “Kita pastikan pembangunan tidak hanya pada manusianya tapi juga kepada warganya agar bahagia,” kata Anies. Carlos Roy Fajarta/JAS Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu