Anggota DPRD Kota Bekasi: Penjualan PBR Ada Unsur Wanprestasi

BEKASI – Ketua Umum Persipasi Bekasi Engkus Prihatin mengatakan penjualan Persipasi Bandung Raya (PBR) kepada Achsanul Qosasi hingga berubah menjadi Madura United FC merupakan buah dari wanprestasi. Â Hal itu dikatakan Engkus menanggapi pertanyaan Koalisi Masyarakat Bola Kota Bekasi yang mempertanyakan eksistensi Persipasi di sepak bola nasional setelah menjadi Madura United. Â “Benar, pada akhir 2014 ada pembelian yang dilakukan Persipasi terhadap Pelita Bandung Raya (PBR). Pembayaran disepakati Rp 3 miliar yang diberikan dalam dua termin, masing-masing Rp 1 miliar dan Rp 2 miliar. Tapi tanpa berbicara dengan kami, manajemen PBR menjual klub kepada Achsanul Qosasi,” kata Engkus Prihatin, seperti disarikan dari kantor berita Antara. Â Komarudin, perwakilan Komisi C DPRD Kota Bekasi yang terlibat dalam proses jual beli PBR, menjelaskan klub yang semula bermarkas di Bandung ini memang ada unsur wanprestasi. Namun besar harga pembelian berbeda dari yang disampaikan Engkus Prihatin. Â “Persipasi membeli PBR seharga Rp 5,3 miliar, sehingga Wali Kota Bekasi mengumumkan merger Persipasi dan PBR menjadi Persipasi Bandung Raya (PBR). Tapi seiring berjalannya waktu ternyata PBR menaikan harga secara sepihak, mereka minta kami membeli Rp 22 miliar,” ujar Komarudin. *Ari DP BERITA TERKAIT Tinggalkan Madura Sementara, Gomes Ikuti Kursus A Pro CONMEBOL di Brasil 298 0 Arema FC Bidik Adam Alis, Jeffry Kurniawan, dan Bayu Gatra 520 0 Kontrak Diperpanjang, Ini 5 Target Madura United Buat Gomes de Oliviera 203 0 Madura United Perpanjang Kontrak Pelatih Asal Brasil Ini 322 0 Madura United Lepas Enam Pemain 1676 0

Sumber: TopSkor ID