Pemprov Riau Yakin Sektor Migas Masih Mampu Bertahan

Rimanews – Potensi cadangan minyak dan gas bumi (migas) di Riau yang dipekirakan sekitar jutaan barel tersisa dinilai, masih mampu bertahan dengan rata-rata produsi saat ini mencapai 157 barel per hari. Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau, Syahrial Abdi, meyakini, potensi migas di provinsi itu masih mampu menghasilkan terutama Blok Rokan yang kini dikelola PT Chevron Pacific Indonesia sejak tahun 1950-an. Baca Juga Pelabuhan di bawah Pelindo I siap hadapi natal Ketika Sri Mulyani musnahkan sex toys Presiden ingin kesepakatan dengan India segera dilanjutkan “Kalau blok-blok ini dikelola secara mandiri oleh perusahan Riau, maka dampaknya sangat besar sekali. Kalau potensi secara alami, pasti berkurang. Akan tetapi dengan adanya dukungan terutama teknologi untuk kelola migas di provinsi sendiri,” terang Syahrial, di Pekanbaru, Kamis (20/08/2015). Sejumlah perusahaan migas asal provinsi itu, menurut dia, kini sedang dipersiapkan untuk mengelola potensi itu karena terbukti masih bisa bertahan hingga saat ini setelah lepas dari tangan Chevro pada tahun 2021. Dengan demikian, katanya, maka potensi sumber daya alam (SDA) di Riau pada sektor migas masih memungkinkan untuk dikembangkan. “Kami berpendapat, perlu kita pikirkan bersama saat ini adalah teknologi yang digunakan. Apakan alih teknologi atau lain-lain,” katanya. Kepala Urusan Hubungan Masyarakat SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara, Adi Nugroho, mengatakan, sesuai kesepakatan dengan Kementerian ESDM, maka kontrak Chevron terhadap Blok Rokan tersebut akan berakhir di tahun 2021. “Nanti dua tahun sebelum habis masa kontrak, maka Kementerian ESDM sudah memberikan sinyal. Apakah blok yang ditinggalkan Chevron itu dikelola oleh Pertamina atau pihak lain,” ujarnya. Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau pertengahan tahun ini, menyatakan kinerja pertambangan terutama migas mengalami penurunan yang signifikan pada triwulan pertama tahun 2015 dengan rata-rata hanya mencapai 157 barel per hari. “Lifting minyak bumi di Riau pada triwulan pertama tahun ini rata-rata mencapai 157 barel per hari atau turun 51,97 persen (year on year) dibanding periode yang sama tahun lalu,” papar Kepala Perwakilan BI Riau, Mahdi Muhammad. Penurunan kinerja tersebut, ucap dia, diperkirakan akibat penurunan kinerja lifting berbagai sumur-sumur minyak yang sudah tua dan terdapat di kabupaten/kota provinsi itu karena dimakan usia. Sementara di sisi lain, beber dia, minimnya penemuan sumur minyak baru karena terkendala perizinan yang juga mengakibatkan kinerja di sektor itu semakin tidak prospektif lagi. “Permasalahan perizinan antara lain izin eksploitasi, izin penegembangan sumur dan fasilitas produksi serta izin lingkungan termasuk pembuangan limbah, dimana terjadi tumpang tindih antara peraturan dari beberapa pihak yang memiliki kewenangan,” ucap Mahdi. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : pendapatan sektor migas , Blok Migas , investasi , Ekonomi

Sumber: RimaNews