Ditanya Soal Ramadan, Pelatih Aljazair Ngamuk

PORTO ALEGRE – PORTO ALEGRE – Pelatih Aljazair Vahid Halilhodzic ngamuk saat ditanya wartawan terkait bulan Ramadan, mengingat pemain dan ofisial Aljazair adalah muslim. Pelatih asal Bosnia itu mengancam akan keluar ruangan jumpa pers jika wartawan terus bertanya soal rencanannya terhadap pemain di bulan suci umat Islam terseut. Pelatih yang kini berusia 61 tahun itu juga merupakan seorang muslim dan menilai pertanyaan terkait Ramadan dan pemainnya adalah sangat pribadi. “Berhentilah bertanya pada saya tentang Ramadan atau saya akan pergi meninggalkan ruangan ini. Anda kurang hormat dengan terus menanyakan hal yang sangat pribadi. Saya hanya akan fokus pada pertandingan sepakbola dan tidak lain,”paparnya seperti dilansir sportmole , Senin (30/6). Aljazair membuat kejutan setelah kali pertama melaju ke putaran kedua. Dan, lawan yang akan dihadapinya adalah Jerman yang notabene adalah tim kuat. Meski begitu Aljazair mempunyai kenangan Piala Dunia 1982 di mana mereka bisa mengalahkan Jerman. Pertandingan ini sangat penting artinya. Jika ingin lolos ke babak selanjutnya, tentunya Der Panzer harus ditumbangkan. Di sisi lain, di saat mereka bertanding waktu masih menunjukkan masih berpuasa. “Ini bukan kali pertama melatih tim yang pemainnya muslim. Saya sendiri seorang musli. Saya selalu memugkinkan pemain untuk membuat keputusannya sendiri,”ungkap Halilhodzic, Sebelumnya, media menyiarkan jika Halilhodzic meminta pemainnya untuk tidak berpuasa. Namun kabar tersebut langsung dibantah Halilhodzic. “Saya telah membaca surat kabar dan kabar itu telah menodai citra dan kehormatan serta integritas saya. Mereka telah menyerukan kebencian dan menyerang kepada saya dan tim. Itu sangat menjijikan.” ( bbk ) dibaca 1.003x

Sumber: Sindonews