Deponering Kasus AS, BW dan Novel, Jaksa Agung “Hancurkan” Polisi

Rimanews – Jaksa Agung HM Prasetyo berencana melakukan deponering terhadap kasus Abraham Samad (AS), Bambang Widjojanto (BW), dan Novel Baswedan. Upaya itu ditegaskan Jaksa Agung melalui surat kepada pimpinan DPR yang isinya meminta pertimbangan deponering untuk kasus AS dan BW. Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai kasus ketiganya tidak bisa dihentikan hanya karena opini publik. Kasus ketiganya harus tetap diproses demi penegakkan hukum. Baca Juga Bawa Ekstasi “Hello Kitty”, Mahasiswa Ditangkap Polisi Jaksa Agung Takkan Main-Main Tangani Kasus Ahok Tangkap Dahulu, Ralat Belakangan Update: Jumlah Penumpang dalam Pesawat Jatuh 13 Orang Tim SAR Temukan Satu Jenazah Korban Pesawat Jatuh “Ya ini juga kan salah satu cara. Jangan kemudian karena opini publik, karena bargaining , karena yang lain, pencitraan misalnya, kemudian hukum itu tidak tegak. Hukum ini harus ditegakkan, apapun hasilnya,” kata Fadli di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (16/02/2016). Tak hanya itu, Waketum Partai Gerindra ini menganggap jika Jaksa Agung benar-benar akan mendeponering kasus ketiganya, maka Jaksa Agung sama saja tak menghargai kerja kepolisian yang mengusut kasus tersebut. “Tapi kalau kemudian dilakukan deponering, berarti apa yang jadi kerja polisi selama ini dianulir, dan ini akan menimbulkan demoralisasi di kalangan polisi, karena sudah melakukan suatu proses, berarti apa yang sudah dilakukan polisi salah,” kata Fadli. Oleh karena itu, Fadli meminta kasus ketiganya jangan disangkutkan dengan urusan politik. Apalagi, sampai digunakan untuk pencitraan. “Kejaksaan agung dan presiden juga harus melihat ini. Jangan hanya kasus ini politis, kemudian karena mungkin untuk kepentingan pencitraan, kemudian mengorbankan penegakan hukum. Hukum tetap harus ditegakkan, apapun ceritanya,” tandasnya. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Deponering BW-AS , Novel Baswedan , jaksa agung , moral , polisi , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews