Mauricio Isla Tak Pantas Main di Juventus

Menariknya, pernyataan itu malah dilontarkan sendiri oleh pemain asal Chile itu yang kini bergabung dengan Cagliari. Lantas, apa yang membuat Isla sampai berpikir seperti demikian?
Pemain berusia 28 tahun itu bergabung dengan Juventus pada 2012 lalu setelah menampilkan performa yang gemilang bersama Udinese. Di Turin, Isla harus diakui gagal bersaing dengan para pemain lain karena selama bermain disana total ia hanya tampil sebanyak 30 kali saja. Secara efektif, ia hanya membela Juve selama dua musim saja karena di dua musim terakhirnya secara beruntun ia dipinjamkan ke QPR dan Marseille.
Fakta itu yang kemudian membuat Isla menerima tawaran dari Cagliari yang mengajaknya bergabung. Bermain di klub yang level persaingannya lebih rendah, Isla lumayan menjadi andalan dan musim ini ia sudah main enam kali di Serie-A.
Saya menerima kepindahan dari Juventus ke Cagliari dengan antusiasme yang besar. Saya tidak pernah menganggap saya sebagai pemain berkelas dunia atau seorang juara dan saya tidak ingin melihat hal itu sekarang. Saya hanya seorang pemain yang selalu ingin memberikan segalanya di lapangan dan memberi kepuasan pada fans berupa keberhasilan membantu klub meraih targetnya, terang Isla.
Bisa bermain di tim terbaik Italia adalah sebuah mimpi, tapi di sisi yang sama saya merasa terkejut karena saya menjalani masa yang indah di Udinese. Mungkin saya tidak bisa berada dalam level yang sama dengan para pemain Juventus yang semuanya adalah seorang juara yang fantastis. Tapi masa-masa saya di Juventus sungguh indah.
Meski tak terlalu diandalkan di Juve, namun faktanya Isla berhak mencatatkan namanya ke dalam bagian dari skuad Juve yang menjuarai Serie-A musim 2012-2013 dan 2013-2014. Selain itu ia juga bisa mengantar Juve menjuarai Piala Super Italia sebanyak tiga kali yakni pada tahun 2012, 2013, dan 2015.

carhartt-japan.com Situs Bola Online dengan bonus deposit 30% Sumber: Sidomi