Usai KLB, Atep pertanyakan sanksi PSSI

Sindonews.com – Gelandang Persib Bandung, Atep mempertanyakan kelanjutan status dari sanksi yang pernah dijatuhkan otoritas tertinggi sepak bola Indonesia, PSSI kepada sejumlah pemain termasuk dirinya. Atep pernah dicap bersalah dan dihukum larangan bermain selama enam bulan karena dianggap tidak mematuhi panggilan Tim Nasional Indonesia dalam persiapan jelang laga perdana Pra Piala Asia Grup C melawan Irak, 6 Februari silam. Harapan pemain asal Cianjur ini mengemuka setelah adanya rekonsiliasi di antara dua kubu yang selama ini berseteru. Termasuk penyatuan kompetisi lewat pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (17/3) lalu. Ia cukup berharap unifikasi Liga bisa membuat sejumlah pemain yang sebelumnya dijatuhi sanksi oleh PSSI karena tidak memenuhi panggilan timnas, dibebaskan dari jerat sanksi dan bisa kembali memperkuat Timnas serta berkarir dengan tenang. “Harapan kita semua pemain, tentunya kita ingin terhindar dari sanksi,” ungkap kapten Maung Bandung tersebut. Selain Atep, dua pemain Persib lainnya Muhammad Ridwan, dan I Made Wirawan juga masuk dalam daftar hitam 23 pemain yang dijatuhi sanksi oleh PSSI. Ketiga pemain tersebut, dilarang beraktivitas sepak bola selama enam bulan. Juga harus membayar denda sebesar Rp100 juta. Dasar dijatuhkannya sanksi kepada sejumlah pemain kala itu, karena PSSI menilai para pemain yang termasuk dalam daftar 23 pemain yang terkena sanksi telah melanggar Pasal 78 ayat 1 tentang Kode Disiplin. ( akr ) dibaca 1.988x

Sumber: Sindonews