Persija Berikan Apresiasi pada Lugiman karena Bersepeda untuk Nonton

TAMU:Striker Persija Bambang Pamungkas (kanan) menerima tamu istimewa supporter The Jakmania Lugiman yang dating jauh dari Klaten, Jawa Tengah naik sepedea ke berbagai provinsi, seperti Tenggarong dan Bali. BERITA TERKAIT Persija Bisa Jadi Hanya Diisi Pemain Tak Berkualitas Soal Target Persija Musim Depan Tergantung Home Base Dua Legiun Asing Ini Dipertahankan Persija Persija Masih Belum Konfirmasi Pelatih Musim Depan INDOPOS.CO.ID – Manajemen Persija Jakarta akhirnya memberikan apresiasi kepada Lugiman yang merupakan The Jakmania. The Jakmania asal Klaten, Jawa Tengah, itu nekat untuk menggoyes sepedanya demi melihat Macan Kemayoran bertanding dengan rute dari rumahnya ke Tenggarong, Balikpapan, dan sampai ke Bali. Pemuda berusia 19 tahun itu pun tiba di Bali untuk menyaksikan pertandingan Persija menantang Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (17/12). Pihak Manajemen Persija pun memberikan cinderamata kepada Lugiman, yakni sebuah jersey home lengkap dengan tanda tangan pemain Macan Kemayoran. Tak hanya itu, ada beberapa bonus yang akan dinikmati Lugiman bersama Persija jelang pertandingan malam nanti. Salah satunya ikut meeting bersama tim Persija untuk menerapkan taktik dan strategi menghadapi Bali United. “Lugiman juga ikut bersama bus tim menuju stadion dan dapat jersey yang sudah ditandatangani para pemain. Kami sangat mengapresiasi perjuangan Lugiman yang mencintai Persija,” kata Mozes Sosa, Media Officer Persija, Sabtu (17/12). Perjuangan tak kenal lelah demi melihat aksi Macan Kemayoran bertandingan merupakan suatu tanda bukti kecintaannya. “Kami tentu sangat mengapresiasi dengan apa yang sudah dilakukan oleh Lugiman demi tim kesayangannya. Satu kata buat Lugiman, luar biasa,” kata Mozes. Di bagian lain The Jakamania aka merayakan hari ulang tahun tim asli ibu kota ini ke 19. Dalam usianya 19 Tahun The Jakmania setia menemani Persija Jakarta di laga kandang maupun tandang. Banyak kisah manis dan pahit yang telah mereka kecap selama hampir dua dasawarsa mendukung kiprah Macan Kemayoran, Minggu (18/12/16).Di usia yang akan menginjak 19 tahun. The Jakmania telah mengukuhkan diri sebagai salah satu suporter terbesar di Indonesia. Pengaruh The Jak dalam perkembangan dunia suporter nasional sangat besar, termasuk memperkenalkan aksi mendukung tim kesayangan di kandang lawan yang biasa disebut sebagai tur tandang. Pada 19 Desember 2016 atau hari ini, tim berjuluk Macan Kemayoran ini, tepat 19 tahun yang lalu. Dikisahkan, Persija lahir sebagai biagain organisasi suporter Persija yang didasari ide Diza Rasyid Ali, manajer Macan Kemayoran saat itu. Berkumpul di Graha Wisata Kuningan, tempat mes Persija pada saat itu, Eddy Supadmo selaku humas Macan Kemayoran pada 19 tahun yang lalu mengumpulkan beberapa orang pendukung Persija guna membentuk organisasi suporter. Mereka menamakannya sebagai The Jakmania. The Jak dikenal sebagai suporter yang militan di setiap pertandingan Macan Kemayoran, khususnya laga tandang. Tur tandang perdana yang mereka lakoni adalah ke Surabaya. Bermodalkan 12 orang, mereka nekat datang ke Kota Pahlawan namun tanpa menggunakan atribut. Maklum, suporter Persebaya Surabaya, bonek pada waktu itu masih asing kedatangan kelompok suporter dari daerah lain. Lambat laun kekuatan The Jak semakin bertambah dengan adanya penerimaan anggota baru. Kekuatan mereka pun semakin besar saat melakoni tur tandang. The Jak pun dikenal sebagai salah satu suporter yang menjadi pionir mendukung tim kesayangannya di kandang tim lawan. Menonton klub kebanggaan bertanding ke kandang lawan selalu menggairahkan. Banyak atmosfir yang tidak ditemukan ketika menonton di kandang sendiri. Mulai dari resiko perjalanan jauh, biaya yang tak murah, mengelabui jadwal aktifitas, sampai dengan ancaman dari suporter lawan. Namun, segala kemungkinan hambatan tersebut akan menjadi suatu tantangan ketika melakukan perjalanan yang mendebarkan, yakni tour tandang. (sbi/tbc)

Sumber: Indopos