Organda Tunggu Instruksi Pemerintah Turunkan Tarif

Rimanews – Organisasi angkutan darat (Organda) Kota Bogor, Jawa Barat menunggu diterbitkannya Surat Keputusan Wali Kota Bima Arya Sugiarto yang telah memutuskan penurunan tarif angkot sebesar Rp500 per penumpang untuk kalangan pelajar SD/SMP/SMA. “Kita masih menunggu SK Wali Kota untuk secara resmi memberlakukan tarif baru angkot setelah penurunan harga BBM,” kata Ketua Organda Kota Bogor, Moch Ishack di Bogor, Selasa (20/1). Baca Juga Ahok: kenapa cuma saya yang digugat menista agama? Dora girang Aiptu Sutisna cabut laporan Kata Presiden Jokowi soal “om telolet om” Ia mengatakan dalam rapat yang dipimpin Wali Kota Bima Arya Sugiarto, Senin (19/1) dihadiri juga Kepala Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Achsin Prasetyo, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Ruddy Thehamihardja, Ketua Tim P4 Yayat Surpiyatna dan konsultan transportasi GIZ Teddy membahas besaran tarif angkot menyusul turunnya harga BBM bersubsidi. Di dalam rapat tersebut disimpulkan dan diputuskan besaran tarif angkot di Kota Bogor yakni Rp3.000 per penumpang untuk mahasiswa dan umum, serta Rp2.000 per penumpang untuk pelajar SD,SMP dan SMA. “Penurunan tarif sebesar Rp500 berlaku untuk pelajar dari Rp2.500 menjadi Rp2.000 per penumpang,” kata Ishack. Menurutnya, besaran penyesuaian tarif kali ini sudah berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Organda berdasarkan biaya operasional kendaraan (BOK) karena penurunan harga BBM tidak dibarengi dengan turunnya harga suku cadang serta setoran angkot kepada pemilik. Dikatakannya, pada saat harga BBM turun sebesar Rp900 terhitung 1 Januari 2015, Pemerintah Kota Bogor sudah menurunkan tarif sebesar Rp500 per penumpang untuk mahasiswa dan umum. Kebijakan ini berlaku setelah SK Wali Kota terbit per tanggal 5 Januari. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : tarif angkutan umum , Peristiwa , Nasional

Sumber: RimaNews