Mourinho: Ronaldo Merasa Tahu Segala Hal

Jose Mourinho tak berani menyebut kalau tiga musim Cristiano Ronaldo di Real Madrid menjadi yang terbaik bagi sang pemain. Belum genap satu minggu semenjak Jose Mourinho dipastikan melatih Chelsea lagi. Namun, pelatih asal Portugal ini sudah berani menceritakan salah satu masalah yang ia alami dengan mantan anak asuhnya di Real Madrid. Iker Casillas? Bukan. Tetapi, Cristiano Ronaldo. Ronaldo berstatus sebagai pemain termahal di dunia ketika hijrah dari Manchester United ke Madrid dengan tebusan 80 juta Poundsterling pada 2009. Di bawah bimbingan The Special One, catatan golnya melambung tinggi. Namun, hal tersebut tidak menjamin hubungan keduanya baik-baik saja. Dalam sebuah wawancara dengan program televisi di Spanyol, Punto Pelota , Mourinho menjelaskan alasan mengapa hubungan dirinya dan Ronaldo retak menjelang akhir musim. Pelatih berusia 50 tahun ini merasa sang kompatriot tidak bisa menerima kritik dengan baik. “Saya hanya punya satu masalah dengannya. Sangat sederhana, sangat dasar, yakni ketika pelatih mengkritik pemain dari sudut pandang taktis, mencoba untuk memperbaiki apa yang dalam pandangan saya bisa diperbaiki. Pada saat itu, ia tak dapat menerima dengan baik. Mungkin ia merasa tahu segalanya dan pelatih tak bisa membantunya berkembang,” jelas Mourinho kepada Punto Pelota . “Cristiano memiliki tiga musim yang fantastis bersama saya. Saya tak tahu apakah itu menjadi yang terbaik dalam karirnya. Ia punya sejumlah momen fantastis dengan Manchester United. Saya pikir kami menciptakan situasi fantastis baginya dari segi taktik. Ia bisa mengekspresikan seluruh potensi serta mengubahnya menjadi rekor dan gol.”

Sumber: Supersoccer.co.id