Kemnaker Rumuskan Solusi TKI Ilegal di Malaysia

liputan6 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berupaya merumuskan formula guna menghadapi persoalan 1,3 juta Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang terus dirazia pemerintah Malaysia. Pasalnya, para TKI banyak yang belum mengurus kartu pekerja legal atau e-Kad (Enforcement Card) yang diberikan pemerintah Malaysia sejak Februari hingga Juni 2017.

“Kita kumpulkan seluruh staf dan elemen terkait untuk memberikan sumbangsih pikiran dan solusi bagi persoalan tenaga kerja kita yang bekerja di luar negeri tidak sesuai prosedur (ilegal),” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Hery Sudarmanto, di Ancol, Jakarta Utara, Kamis (6/7) malam.

Sebagai gambaran, dari total 6,5 juta pekerja Indonesia di luar negeri, paling banyak di Malaysia. “Dengan rakor ini diharapkan dapat memberikan solusi dan rekomendasi terbaik yang dapat diajukan Indonesia pada pemerintah Malaysia mulai teknis pemulangan, dan lainnya,” kata Hery. liputan6

Sementara Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan, Soes Hindharno menyebutkan seluruh peserta rakor sepakat bahwa e-Kad harus menjadi prasyarat utama TKI, mulai dari penerbitan paspor hingga memfasilitasi pekerja migran mendapat izin kerja resmi di Malaysia.

“Pemerintah Malaysia diharapkan melibatkan Indonesia dalam penanganan e-Kad serta tetap memberikan perlakuan yang manusiawi bagi TKI yang terjaring razia,” kata Soes.

Ia juga mengimbau pada TKI yang bekerja ilegal di Malaysia untuk pulang secara sukarela tanpa melalui jalur tikus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *