XL Axiata Siapkan Capex Rp 7 Triliun

Jakarta – PT XL Axiata Tbk (EXCL) berencana menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 7 triliun tahun depan atau sama dengan anggaran tahun ini. Perseroan terus melanjutkan ekspansi jaringan 4G LTE ke seluruh Indonesia dan memperkuat investasi pada bisnis perdagangan elektronik (e-commerce). Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini mengatakan, sumber pendanaan capex berasal dari kas internal. Perseroan berharap dapat menambah jaringan 4G LTE di 45 kota tahun depan. Dengan begitu, hingga kuartal III-2016, XL telah memiliki 7.204 base transceiver station (BTS) 4G dan hadir di 88 kota. “Perbandingan jaringan data XL sebelumnya itu 40% 4G dan 60% adalah 3G. Ke depan, porsi 4G kemungkinan menjadi dominan menjadi 80% dan sisanya 20% 3G,” jelas dia di Jakarta, Kamis (24/11). Dian menegaskan, peningkatan penetrasi pengguna 4G dinilai lebih cepat di luar perkiraan semula. Hal ini didukung dengan ketersediaan perangkat selular 4G yang terjangkau. Hingga kuartal III-2016, penetrasi pengguna smartphone XL telah meningkat 21% menjadi 60% dibandingkan periode sama tahun lalu. Posisi itu menunjukkan XL memiliki 27,1 juta pelanggan smartphone, meningkat 71% dibanding periode sama tahun lalu. Rata-rata penggunaan layanan 4G pelanggan smartphone XL mencapai lebih dari dua kali lipat, yang selanjutnya mendorong kenaikan trafik secara total di seluruh jaringan XL hingga 146% dibanding kuartal III-2015. Meski demikian, peningkatan pendapatan layanan data tidak diiring dengan pendapatan dari layanan suara dan SMS, yang justru mengalami penurunan. Hal tersebut membuat service revenue XL turun 3% menjadi Rp 13,78 triliun, dari Rp 14,16 triliun. Alhasil, total pendapatan perseroan turut terkoreksi 6% menjadi Rp 15,31 triliun pada kuartal III-2016 dari Rp 16,20 triliun pada kuartal III-2015. Dian mengungkapkan, perseroan cenderung fokus mengoptimalkan pendapatan setiap pelanggan. Per September 2016, average revenue per user (ARPU) XL mencapai Rp 36 ribu, bertumbuh 13% dibanding periode sama tahun lalu. Adapun XL tercatat memiliki total pelanggan sebanyak 45 juta, naik 8% dibanding kuartal III-2015. “Kalau tahun depan pendapatan layanan data tetap bertumbuh, tapi pendapatan layanan suara terus mengalami penurunan, maka ARPU berpotensi turun sedikit,” jelas dia. Selain ekspansi jaringan, lanjut Dian, perseroan juga berniat mengucurkan investasi untuk membesarkan platform e-commerce Elevenia. Langkah ini mengingat peningkatan trafik transaksi yang siginifikan. Hingga September 2016, Elevenia berhasil menjaring lebih dari 45.000 penjual, atau meningkatkan 15% dibanding Juni 2016. Pada saat bersamaan, rata-rata pengunjung per bulan mengalami kenaikan 28% dibanding kuartal sebelumnya. “Kami tengah menghitung berapa persisnya investasi yang dibutuhkan Elevenia. Ekosistem e-commerce itu harus lengkap, maka kami terus ekspansi di situ,” kata Dian. Dian berharap, pendapatan perseroan mampu tumbuh sejalan dengan rata-rata industri yang diperkirakan sekitar 5%-6% tahun depan. Target serupa juga diharpakan terealisasi tahun ini. Selain itu, perseroan pun berupaya mempertahankan keuntungan. XL berhasil membukukan laba bersih Rp 160 miliar pada kuartal III-2016, dibanding posisi rugi bersih Rp 507 miliar pada kuartal III-2015. . Hal ini terjadi karena dampak positif penguatan rupiah terhadap dolar AS, dan keuntungan dari penjualan menara ke Protelindo. “Sejak tahun lalu, kami sibuk restrukturisasi hutang dan proses integrasi dengan Axis. Sekarang semua itu sudah selesai. Balance sheet sudah sehat. Jadi sudah siap berlari lagi,” tutur Dian. Selama Januari-September 2016, XL telah melunasi utang senilai Rp 3,42 triliun, dan US$ 588 juta. Utang XL telah sepenuhnya dilindung nilai hingga jatuh tempo. Kerja Sama Indosat Oktober lalu, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan penyelidikan terkait dugaan kartel perusahaan patungan (joint venture/JV) yang dibentuk XL dan PT Indosat Tbk (ISAT), PT One Indonesia Strategy. Sebagai informasi, JV yang dibentuk pada Mei 2016 ini menawarkan jasa konsultasi untuk kolaborasi jaringan. Saat ini, Indosat dan XL tengah mengeskplorasi berbagai kemungkinan untuk menggelar kerjasama jaringan telekomunikasi. “One Indonesia Strategy akan tetap berjalan, kami sebagai perusahaan terbuka melakukan ini secara transparan. Sebelumnya dalam proses pembentukan JV ini, XL dan Indosat sudah melapor ke KPPU,” ujar Dian. Farid Nurfaizi/MHD Investor Daily

Sumber: BeritaSatu