Revolusi yang Dinanti, Revolusi yang Dikhianati

Novel dengan genre fiksi-fantasi (fikfan) belakangan sangat subur tumbuh diruang baca masyarakat kita terlebih novel-novel terjemahan. Bahkan novel fikfan ini banyak yang sudah atau akan difilmkan seperti Oblivion, trilogi Hunger Game (Hunger Game, Catching Fire, dan Mocking Jay), Ender’s Game, The Host, dan lain-lain. Novel-novel yang disebut tadi telah difilmkan kecuali Mocking Jay kabarnya tahun 2014 baru akan diproduksi. Kali ini dengan genre yang sama Marie Lu menulis buku kedua setelah Legend dengan judul PRODIGY. Novel ini dituturkan dalam kisah dua orang bernama June dan Day, dan kita dimudahkan untuk mengetahui kisah siapa yang sedang bercerita karena pada setiap bagian terdapat nama Day atau June yang menandakan kisah dari sisi mana yang sedang diceritakan. Selain itu font tulisan untuk dua tokoh pun dibedakan. Baca Juga FPI: Revolusi Sesuai Prosedur Aksi, Revolusi dan Permadi JK: Masjid Harus Moderen Sebagai buku kedua pembaca akan langsung dipertemukan dalam seting cerita lanjutan, saya kira, karena pada awal buku menceritakan perjalanan Day dan June menggunakan kereta dari Los Angeles menuju Las Vegas setelah upaya melarikan diri mereka dari pemerintah Republik. June merasa bersalah sebagai penyebab kematian keluarga Day, sehingga dia memutuskan untuk membantu Day menemukan Eden, adiknya yang tak lain satu-satunya keluarga yang tersisa. Pergi ke Las Vegas adalah cara yang mereka tempuh untuk sebuah niat awal mencari Eden dengan meminta bantuan kelompok pemberontak revolusionis, Patriot. Untuk mendapatkan pertolongan Patriot Day dan June harus membayarnya dengan membantu Patriot dalam misi membunuh Elector primo yang baru, Anden, yang tak lain adalah anak dari elector primo terdahulu. Day dan June keduanya merupakan buronan Republik sehingga Razor, pemimpin patriot, meminta mereka bekerja sama. Syarat ini mereka terima. June menjalankan misi dengan mendekati Anden (sang elector) dengan informasi palsu mengenai pembunuhan Anden oleh kelompok Patriot, sehingga Anden perlu merubah jadwalnya mengelilingi kota-kota Republik. Sedengakan Day bertugas membunuh elector dan wajahnya akan disiarkan ke penjuru Republik. Karena Day bagi rakyat Republik adalah symbol revolusi, sehingga tugas ini diembankan pada Day. Namun ketika misi sesungguhnya untuk membunuh sang elector tiba, June telah menyadari fakta bahwa elector baru ini tidak seperti ayahnya yang kejam sehingga ia harus memberitahu Day untuk menggaglkan misi. Misi pun gagal. Day dan June melarikan diri melalui terowongan yang ujungnya sampai di Koloni. Dalam perjalanan Day dan June berselisih pendapat mengenai alas an June menginstruksinya membatalkan misi. Day merasa June telah termakan oleh rayuan dan kebohongan Anden tentang janji membesakan adik Day dan membubarkan system ujian (untuk masuk militer) bagi semua rakyat yang penuh dengan kekejian. Sesampai di koloni mereka terkagum-kagum dan merasa asing dengan megahnya gedung-gedung pencakar langit. Awalnya gambaran Koloni yang pernah digambarkan ayah Day penuh warna dan cahaya ia akui, namun setelah Kaede (teman Day di Patriot) menyadarkan bahwa Koloni pun bertindak kejam terhadap buruh serta siapa penjahat sebenarnya, yakni Razor yang dibiayai Republik (para senator) untuk membunuh Anden. Karena merasa June benar bahwa Anden benar dan mereka dimanfaatkan Razor ia pun memutuskan kembali ke Republik membantu sang elector muda. Sejauh membaca ada dua hal yang menggangu saya dalam novel ini. Pertama, seting waktu dalam cerita ini tidak dijelaskan pada tahun berapa sehingga untuk mendapatkan gamabaran kita benar-benar harus membaca cerita sampai akhir supaya kita mendapatkan gambaran imajinasi kita sendiri. Kedua, novel ini terjemahan dan entah karena upaya penerjemah melugas dan meyederhanakan dialog maupun narasi terdapat dialog dan narasi yang ditulis dalam bahasa kurang baku atau nyaman seperti kata “bikin” dalam dialog “bisa dimengerti. Penerbangannya memang bikin stress,” atau ini hanya perasaan saya?. Ketiga, imajinasi Lu yang sangat “kelewatan” tentang kondisi dunia yang entah tahun berapa itu, membuat saya bingung harus tertawa atau manggut-manggut mengikuti plotnya (akan saya cantumkan sedikit dibawah). Disisi lain harus saya akui Lu piawai dalam memberikan cerita yang mengalir dan mengejutkan. Keterpaksaan Day dan June untuk bergabung dengan Patriot merupakan kejutan pertama dalam cerita. Kejutan lainnya dengan bertemunya Day dengan Tess di Patriot yang telah dianggap sebagai saudarinya, Tess yang jatuh cinta pada Day memilih berpisah dengannya dan kembali ke Patriot ketika misi pembunuhan Anden gagal. Romansa Day dan June salain dikejutkan dengan kehadiran Tess juga dibumbui dengan sikap Anden terhadap June yang mengharapkannya menjadi pemimpin senator (yang juga menjadi bayang-bayang kemanapun sang eleoktor pergi). Kejutan lainnya adalah ketika Day dan June akhirnya berbalik membantu Republik dan membuat Razor ditahan. Dari semua kejutan, dua hal lagi yang menjadi bagian paling saya suka. Pertama, Pada halaman 158 Lu mendeskripsikan keadaan dunia yang benar-benar sudah terjungkir balik. Amerika Serikat yang saat ini menjadi Negara adidaya justru berada dititik rendah dengan terpecah menjadi Republik dan Koloni. Sedangkan wilayah-wilayah yang saat ini paling miskin dan tidak mungkin untuk ditempati menjadi tempat-tempat adidaya dan sangat maju seperti Afrika yang menjadi salah satu Negara adidaya bersama China. Antartika yang seluruh daratanya dilapisi es menjadi tanah yang paling ingin dan sering dikunjungi karena semua es telah meleleh dan menyebabkan banjir besar (bencana inilah yang memisahkan Amerika Serikat menjadi dua). Setelah bencana mega dahsyat sengatan matahari yang melelehkan seluruh lapisan es di bumi akhirnya matahari bersinar normal kembali dan menyebabkan kejungkir-balikkan dunia. Ini kejutan yang “kelewatan” untuk dibayangkan dalam otak normal tapi tidak untuk yang imajinasinya berputar. Kedua, tebak berapa usia Day dan June?, usia Day tak lebih dari 20 tahun dan usia June, baru 15 tahun, ini mengejutkan dan menarik bagaimana usia muda-mudi mampu menggerakan revolusi. Merujuk pada hal-hal yang saya poinkan, tetap saja novel ini menarik untuk dibaca dan dibandingkan dengan karya-karya fiksi fantasi yang lain. Sebuah imajinasi mengenai revolusi yang dinantikan oleh rakyat Republik dan dikhianati oleh pemimpin kelompok pemberontak revolusionis yang paling dihormati. Novel ini bisa diajak teman berimajinasi dan mengisi waktu senggang ketimbang sendirian. _________________________ Judul Novel : PRODIGY Penulis : Marie Lu Penerjemah : Lelita Primadani Peneribit : Mizan Fantasi Cetakan : Pertama, Agustus 2013 Jumlah Halaman : 465 Halaman ISBN : 978-979-433-806-3 Peresesnsi : Lisvi Nael, Penggiat komunitas Penikmat Buku BOOKLICIOUS Kota Malang dan Pecinta Riset dan Penulisan (PERS) FISIP UMM. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Buku , Novel , Revolusi , Buku , Novel , Revolusi , Buku , Novel , Revolusi

Sumber: RimaNews