Piala AFF U-19 Tinggal Menunggu Bulan, Namun PSSI Belum Putuskan Pelatihnya

BERITA TERKAIT Jelang Piala AFF 2016, Pelatih Malaysia Anggap Enteng Timnas Indonesia Hanya Butuh Waktu Satu Dekade, Timnas Filipina Menanjak Rankingnya di FIFA Lakukan Persiapan AFF, Timnas Malaysia Tur Jelajah Ocenia 2016 Sesumbar Diawal, Malaysia Justru Dikalahkan Papua Nugini indopos.co.id – Hingga saat ini PSSI belum memutuskan siapa pelatih timnas U-19 yang akan mengikuti ajang Piala AFF U-19, September 2016. Lambatnya pemilihan pelatih Timnas U-19 itu membuat salah satu kandidat, Andi Susanto, berkomentar tentang situasi tersebut. Sedangkan nama Andi Susanto masuk daftar kandidat pelatih Timnas U-19 setelah PSSI secara langsung menghubungi pelatih yang kini membesut timnas Timor Leste U-16 itu. Sepak terjang pelatih asal Kediri itu pun tidak sembarangan. Andi mengenyam pengalaman melatih di Brasil dan sukses mengantarkan Bangu Atletico menjuarai turnamen di Vietnam pada akhir tahun 2015. Akan tetapi, hingga saat ini PSSI belum mengumumkan secara resmi siapa yang akan melatih timnas U-19. Hal itu membuat Andi ingin fokus dengan timnas U-16 dan U-19 Timor Leste yang sudah dibangunnya selama ini. Apalagi, kedua timnas usia muda itu sudah dipersiapkan untuk event Piala AFF yang segera berlangsung. “Kalau memang saya terpilih, tampaknya sulit buat saya melepaskan pekerjaan di sini (Timor Leste). Mungkin saya berprestasi dulu di sini. Setelah PSSI melihat prestasi saya, baru saya layak memegang timnas di kemudian hari,” ujar Andi Susanto. Andi menambahkan, ia ingin membesut Timnas Indonesia U-19 Apalagi hal tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada negaranya. Namun, siapa pun pelatih yang terpilih menjadi arsitek Timnas Indonesia U-19, sudah pasti akan menghadapi persiapan yang sangat mepet. Alasan tersebut, Andi memprioritaskan pekerjaaannya di Timor Leste. Permasalahan persiapan dengan waktu yang mepet itu ditengarai membuat Andi belum siap melatih Timnas U-19. Terlebih Andi ingin membangun timnas U-19 dengan dasar sepak bola modern. “Sepak bola modern saat ini tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik saja. Harus juga diperhatikan intelejensia pemain itu sendiri,” jelas mantan pelatih Sriwijaya FC U-21 itu. Sedangkan alasan mendasar itu yang membuat Andi ingin membangun Timnas Indonesia U-19 dengan target yang jelas. Pelatnas jangka panjang juga menjadi sarana untuk mengembangkan taktik, teknik, dan juga kecerdasan bermain. “Memang sebaiknya jangka panjang. Jadi pemain tak hanya dilatih fisik teknik saja, tapi pemahaman bermain sepak bola modern melalui pemahaman taktik dan kecerdasan emosional juga perlu. Itu yang saat ini saya bangun di Timor Leste,” tandasnya. (amd)

Sumber: Indopos