Momen Baik dan Buruk di Copa America Centenario 2016

NEW JERSEY – Perayaan 100 tahun Copa America Centenario resmi berakhir di MetLife Stadium, New Jersey, Senin (27/6). Cile sukses mempertahankan gelar juara yang mereka raih tepat setahun lalu di rumah sendiri. Dengan lawan dan cara yang sama yakni mengalahkan Argentina di final lewat drama adu penalti.  Tapi secara keseluruhan, ada sejumlah momen baik dan buruk mengiringi sepanjang turnamen yang digelar di Amerika Serikat (AS) sejak 3 Juni lalu. Berbagai intrik, kejutan, dan juga sejumlah insiden kontroversial pun terjadi. Berikut rangkuman momen yang terekam sepanjang Piala Amerika 2016:  Messi Layak Terbaik Pada akhirnya gelar pemain terbaik jatuh ke tangan Alexis Sanchez. Tapi sebelum tendangan penalti Messi melambung, kontribusi “La Pulga” untuk Argentina patut diapresiasi lebih. Sebelum kekalahan menyakitkan di final, Messi menikmati turnamen nyaris tanpa cela. Mencetak hattrick hanya dalam waktu 19 menit sebagai pengganti kontra Panama, dan menjadi protagonis saat Argentina mengalahkan Bolivia, Venezuela, dan Amerika Serikat.  Pemain Kejutan Tidak banyak yang mengenal Jose Pedro Fuenzalida di skuat Cile. Ia memulai sebagai pemain pengganti di laga pertama melawan Argentina, mencetak gol, dan sejak itu ia menjadi pemain kunci di sisi sayap. Saat ini ia memperkuat klub lokal Universidad Catolica. Tapi, dengan penampilan apiknya di Piala Amerika membuat sejumlah klub Eropa bisa saja meliriknya. Apalagi pemain 31 tahun tersebut bisa bermain di berbagai posisi dari bek sayap, gelandang, dan penyerang sayap.  Kekecewaan Luis Suarez Pada satu kesempatan, nama besar Luis Suarez tenggelam di Piala Amerika. Cedera memaksanya hanya jadi penonton dari bangku cadangan di tiga pertandingan. Alhasil, striker FC Barcelona tersebut tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya dengan terlihat memukul dinding bangku cadangan. Dan di saat yang sama, Uruguay tersingkir dari kejuaraan setelah kalah dari Meksiko dan Venezuela.  Insiden Kontroversial Kesalahan yang dilakukan oleh seorang pengadil memang kerap tak terelakan. Keputusan wasit asal Uruguay Andres Cunha, mengesahkan gol tangan striker Peru Raul Ruidiaz paling menyita perhatian. Karena insiden kontroversial tersebut, Brasil harus tersingkir lebih cepat.  Aksi Terbaik Kemenangan sensasional Cile 7-0 atas Meksiko akan selalu dikenang dalam memori sang juara. Bahkan jika hanya menang 3-0 saat itu pula, sudah menempatkan Cile sebagai favorit juara saat itu. Eduardo Vargas menjadi bintang dengan mencetak empat gol dan akhirnya keluar sebagai topscorrer turnamen.  Gol Terindah Tidak ada yang lebih indah selain tendangan bebas Lionel Messi ke gawang Amerika Serikat di semi final. Dari jarak hampir 35 meter, Messi menghujam sisi kiri gawang kawalan Brad Guzan. Gol tersebut kian spesial karena dengan gol itu, Messi melangkahi Gabriel Batistuta sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Argentina.  Pujian untuk Tuan Rumah AS pantas mendapat apresiasi karena menjadi tuan rumah yang baik dalam perayaan 100 tahun Piala Amerika. Dengan waktu persiapan tidak lebih dari tujuh bulan, Piala Amerika kali ini memecahkan rekor dengan penonton rata-rata mencapai 46 ribu di setiap pertandingan. Kesalahan kecil saat memperdengarkan lagu kebanggsaan masih bisa dimaafkan.  Fan Terbaik Penggemar Kolombia paling atraktif. Mereka rela menginap di dalam mobil yang diparkir di sekitar stadion. Tak lupa dengan atribut unik, bendera raksasa, dan coretan di wajah semakin memeriahkan Piala Amerika Centenario.  Fan Terburuk Pendukung Meksiko adalah yang terbanyak di Piala Amerika. Tapi karena itu mereka menjadi diluar kendali dan tertangkap melempar botol minuman ke dalam lapangan dan meneriakan nyanyian bernada rasisme.*  BERITA TERKAIT Klinsmann: Timnas AS Tidak Takut Argentina 155 0 Conmebol Dianggap Keliru Tunjuk AS 212 0 Rivaldo Kritisi Tim Samba, No. 10 Cuma Duduk di Bench 201 0 Tekad Timnas Haiti Ditengah Kesulitan 373 0

Sumber: TopSkor ID