Kubu Anglingkusumo Tidak Mau Akui Penobatan Paku Alam X

Rimanews – Kubu Anglingkusumo menyatakan tidak akan mengakui penobatan Kanjeng Bendoro Pangeran Haryo Prabu Suryodilogo menjadi Paku Alam X yang bakal diseleggarakan pada Kamis (7/1) di Kadipaten Puro Pakualaman. Pernyataan itu disampaikan kubu Anglingkusumo dengan mengatasnamakan Himpunan Kerabat dan Kawulo Pakualaman Notokusumo, yang diwakili menantunya, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Wirayudha. Baca Juga Kata Presiden Jokowi soal “om telolet om” Lokasi sidang Ahok dipindah karena alasan keamanan Loyalis Anas merapat ke Hanura, Demokrat cuek “Kami tidak akan membatalkan (acara jumenengan, red.), tapi kami tidak mengakui. Sebab, kalau membatalkan berarti kami mengakui,” kata Wirayudha, kepada media, di Yogyakarta, Rabu (6/1/2016). Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Anglingkusumo merupakan saudara tiri dari almarhum KPH Ambarkusumo atau Sri Paduka KGPAA Paku Alam IX. Angling merupakan putra dari Kanjeng Raden Ayu Ratnaningrum, istri tertua PA VIII, sedangkan Ambarkusumo merupakan putra dari KRAy Purnamaningrum, istri kedua PA VIII. Perseteruan kedua kubu terjadi sejak KPH Ambarkusumo dinobatkan sebagai Paku Alam IX karena KPH Anglingkusumo sebelumnya juga dikukuhkan Masyarakat Hukum Adat Sabang-Merauke sebagai KGPAA Paku Alam IX pada 15 April 2012 di Kabupaten Kulonprogo. Kubu Anglingkusumo juga tidak mengakui penobatan KBPH Prabu Suryodilogo sebagai PA X karena menganggap Suryodilogo yang merupakan putera tertua KPH Ambarkusumo tidak memenuhi kriteria sebagai Paku Alam. Kriteria utama yang harus dipenuhi untuk menjadi Paku Alam adalah harus anak kandung yang dilahirkan dalam ikatan pernikahan. Sementara, secara tersirat pihak Anglingkusumo menganggap Suryodilogo yang memiliki nama kecil RM Wijoseno Hario Bimo tidak memenuhi kriteria itu. Selain tidak memberikan pengakuan, pihak Anglingkusumo juga akan melayangkan gugatan terkait suksesi jumenengan yang akan diselenggarakan pada Kamis (7/1) tersebut. “Kami akan menggugat secara perdata maupun pidana, karena persyaratan internal masih ada yang terlanggar,” tandas Wirayudha. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : penobatan paku alam X , kisruh keraton , Paku Alam , Peristiwa , Nasional

Sumber: RimaNews