Kabupaten Barito Utara Dukung Ujicoba Aspal Karet

Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan dukungan dan menyambut baik adanya siaran pers Kementerian Perdagangan terkait ujicoba pemanfaatan karet alam dicampur dengan aspal. “Kami berharap adanya ujicoba itu dapat berimbas pada peningkatan pendapatan masyarakat di daerah ini, terutama untuk para petani karet,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelola Pasar Barito Utara (Barut) Hajranoor di Muara Teweh, Kamis (15/12). Menurut Hajranoor, Pemerintah Indonesia mulai menerapkan kesepakatan tiga negara International Tripartite Rubber Council (ITRC). Ujicoba pemanfaatan karet alam campuran aspal itu merupakan implementasi komitmen bersama dinyatakan 9 April 2015 Kementerian Perdagangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan dan BPPT serta didukung Asosiasi. “Pemerintah Indonesia sepakat memanfaatkan karet alam secara masif, khususnya dalam pembangunan infrastruktur domestik yang dibiayai dengan menggunakan anggaran APBN seperti yang dilansir oleh Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Nurlaila Nur Muhammad di Jakarta tanggal 14 Desember 2016,” ujarnya. Ujicoba karet dicampur aspal untuk ruas jalan itu dilakukan sepanjang 200 meter meliputi ruas jalan Ciawi-Benda selebar 3,5 meter dengan ketebalan 4 centimeter. Campuran aspal yang digunakan memanfaatkan jenis karet alam (lateks) sebanyak 7 persen dan aspal seberat 200 ton. Perkiraan dalam ujicoba itu, penyerapan karet alam sebanyak 840 kilogram yang akan membuat jalan lebih tahan terhadap cuaca dan beban berat yang melintasi di atas badan jalan menggunakan aspal bercampuran karet alam tersebut. Ujicoba melibatkan beberapa kementerian itu, diharapkan memberi dampak positif terhadap peningkatan penghasilan para petani karet, guna kembali bergairah dalam mengelola perkebunan karet, akibat harga karet yang anjlok dalam beberapa tahun terakhir. “Kita harapkan harga karet di Kabupaten Barito Utara akan terus mengalami kenaikan secara signifikan seiring tingginya kebutuhan karet untuk campuran aspal,” kata Hajranoor. /JEM

Sumber: BeritaSatu