Ini Nasib Rustam Setelah mundur dari jabatan Walikota Jakut

Rimanews – Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta Agus Suradika mengatakan Rustam Effendi, yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai wali kota Jakarta Utara, tetap merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS). “Masih, jadi PNS,” kata Agus di Jakarta, Selasa (26/04/2016). Baca Juga Sidang Ahok dipindah, pengunjung tetap dibatasi Ahok: kenapa cuma saya yang digugat menista agama? Lokasi sidang Ahok dipindah karena alasan keamanan Kata Agus, PNS yang mengundurkan diri dari jabatannya, seperti Rustam, akan ditempatkan di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain sesuai dengan petunjuk dari gubernur. Menurut Agus, pejabat eselon II seperti Rustam umumnya menjadi fasilitator di Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat). Selama memenuhi persyaratan, seperti usia tidak lebih dari 50 tahun, fasilitator dapat naik menjadi widyaiswara, pejabat fungsional yang bertugas mendidik, mengajar atau melatih PNS di badan diklat pemerintah. Terkait PNS yang mengundurkan diri, Agus menilai permintaan tersebut pada dasarnya akan diterima dan dilihat apakah ada yang perlu dipertanggungjawabkan selanjutnya. Kinerja pegawai saat ini selain dinilai melalui SKP, juga dinilai lewat key performance indicator (KPI). Namun, kata Agus, aspek perilaku juga menjadi penilaian. Misalnya, bila seorang pegawai berkinerja tidak sesuai yang diharapkan, tugas pimpinan adalah mendorongnya agar kinerja lebih baik. Bila sudah mendapat peringatan sebanyak tiga kali namun tidak ada perubahan, pegawai tersebut akan diganti. Mekanisme tersebut berbeda dengan pegawai yang tersangkut masalah tentang integritas, misalnya mendapat gratifikasi atau menerima suap. “Itu enggak ada ampun, langsung diberhentikan,” kata dia. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Rustam Effendi , Ahok , Walikota Jakarta Utara Mundur , politik , Nasional

Sumber: RimaNews