Dugaan Korupsi Logistik Terendus, BPBD Kudus Digeledah

RIMANEWS-Kejaksaan Negeri Kudus, Jawa Tengah, Rabu (28/5), melakukan penggeledahan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah kabupaten setempat terkait kasus dugaan korupsi belanja logistik pada BPBD itu. Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Kudus, Amran Lakoni, di Kudus, Rabu, penggeledahan kantor BPBD Kudus tersebut terkait kasus dugaan korupsi yang saat ini dalam proses penyidikan yang bertujuan untuk mendapatkan dokumen yang dibutuhkan. Penggeledehan tersebut, kata dia, terkait dengan upaya mendapatkan dokumen yang terkait dengan kasus dugaan korupsi yang saat ini masih mengalami kesulitan. Berdasarkan pengamatan, tim penggeledah dari Kejari Kudus dengan memakai rompi bertuliskan “satuan khusus pemberantasan korupsi” tiba di Kantor BPBD Kudus yang ada di Jalan Simpang Tujuh Kudus atau di kompleks perkantoran Pemkab Kudus sekitar pukul 09.35 WIB. Akan tetapi, di kantor BPBD Kudus tersebut hanya ada Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Atok Darmo Broto serta Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Joni Dwi Harjono, sedangkan Kepala Pelaksana Harian (Kalahar) BPBD Kudus, Jumadi sedang di luar kantor. Sekitar pukul 10.00 WIB, Kalahar BPBD Kudus tiba di kantor selanjutnya dilakukan penggeledahan untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Kasi Pidana Umum Kejari Kudus, Bobi Heryanto memberikan penjelasan kepada Kalahar BPBD Kudus, Jumadi terkait kedatangannya untuk melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi. Pada kesempatan tersebut, dia juga menunjukkan surat tugas penggeledahan yang ditandatangani oleh Kajari Kudus, Amran Lakoni. Tim Kejari Kudus yang ikut dalam penggeledahan tersebut, yakni Kasi Pidsus Kejari Kudus, Paidi dan Kasi Pidana Umum, Bobi Heryanto serta sejumlah staf lainnya. Pada saat tim Kejari Kudus menanyakan lokasi penyimpanan arsip tahun 2012, sejumlah pegawai di BPBD Kudus kesulitan menunjukkan karena adanya pergantian pegawai serta adanya pegawai yang memang mengurusi hal itu, namun sedang tidak ada di kantor. Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Kejari Kudus menetapkan satu tersangka yang berinisial “SG”. Dugaan penyimpangan belanja kebutuhan logistik di BPBD Kudus tahun anggaran 2012 diperkirakan mencapai Rp600 juta. Sementara jumlah dana yang terindikasi terjadi penyimpangan sekitar Rp193 juta dari total belanja secara keseluruhan. Hingga berita ini diturunkan, proses penggeledahan oleh tim Kejari Kudus masih berlangsung.[ach/rm] Baca Juga KPK Ajari Anak-Anak Bahaya Korupsi KPK Tetapkan Anggota DPR Golkar Tersangka Korupsi Brigjen Teddy, Keterlibatan Atasan Diselidiki Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Polhukam , korupsi , Logistik , Kejari , Polhukam , korupsi , Logistik , Kejari , Polhukam , korupsi , Logistik , Kejari

Sumber: RimaNews