EFL Cup Sebagai Fondasi Kesuksesan Mourinho

Chelsea menjadi tujuan pertama pelatih asal Portugal tersebut untuk menguji kemampuannya di Premier League. Sebagai pembuka, Mourinho berhasil mengantarkan Chelsea menjuarai League Cup pada musim tersebut. Trofi itupun seakan menjadi pembuka dari rentetan trofi berikutnya sekaligus membuat Mourinho tercatat sebagai salah satu pelatih terbaik sepanjang sejarah Chelsea.
Maju ke musim ini, Mourinho pun kembali mencatatkan hal yang sama. Datang pada musim panas lalu sebagai pelatih Manchester United, Mourinho jelas datang dengan target dan ekspektasi tinggi. Tentu berbeda dengan kedatangan pertamanya, kali ini status Mourinho adalah pelatih dengan segudang pengalaman dan reputasi yang mendunia. Hasilnya, ia berhasil mempersembahkan trofi pertama bagi United dalam bentuk EFL Cup.

Melawan Southampton di Wembley, Mourinho menurunkan hampir seluruh pemain utamanya, kecuali tentunya Henrikh Mkhitaryan yang menderita cedera. Merekapun sempat unggul melalui gol dari Zlatan Ibrahimovic dan Jesse Lingard. Dua gol Manolo Gabbiadini sempat membuat pertandingan kembali memanas sebelum kemudian Ibra muncul sebagai pahlawan dan mencetak gol keduanya malam itu sekaligus menjadi gol yang memastikan United mendapatkan gelar EFL Cup–gelar keempat Mourinho pada ajang ini.
Kedatangan Mourinho ke Old Trafford memang menjadi semacam angin segar. Setelah dalam tiga musim terakhir bisa dibilang United cukup terpuruk, kehadiran Mourinho seakan kembali menghidupkan titel ‘Theatre of Dreams’–membuat para fans kembali bisa bermimpi indah. Dengan raihan trofi yang berlimpah bersama Porto, Chelsea, Internazionale, dan Real Madrid, tentu Mourinho memiliki CV yang lengkap untuk bisa mengangkat kembali United ke persaingan papan atas Premier League. Dan trofi EFL Cup itu hanyalah awalnya saja.
Salah satu manuver Mourinho pada bursa transfer musim panas silam yang patut diapresiasi tentu adalah keberhasilan merekrut Ibra–dua gol di final EFL Cup tentu menjadi bukti terkuat. Penyerang asal Swedia tersebut sebenarnya sempat diragukan bisa bersinar di Inggris. Memang, soal kemampuan tentu tidak perlu dipertanyakan. Usia Ibra sendiri kini sudah menyentuh 35 tahun. Pada beberapa pertandingan memang terlihat kalau Ibra nampak kesulitan mengimbangi permainan rekan-rekannya. Namun, ia berhasil menutupi itu semua dengan pengambilan keputusan yang baik.
Jika trofi EFL Cup ini akan menjadi fondasi awal bagi Mourinho untuk membangun kesuksesannya di United, maka kehadiran Ibrahimovic bisa menjadi cukup krusial. Dengan adanya opsi perpanjangan satu musim, setidaknya untuk musim depan Ibra masih bisa berseragam United. Jika kelak Mourinho memutuskan untuk tidak memainkan Ibra pun, penyerang asal Swedia tersebut tentu bisa menjadi tutor yang baik untuk dua pemain muda United, Marcus Rashford dan Anthony Martial, yang masih bisa terus berkembang.

carhartt-japan.com judi bola online terpercaya Sumber: Supersoccer.co ID