Carlton Cole, Ada Apa Denganmu?

Sebagai mantan penyerang andal di Liga Inggris dengan rekam jejak cukup mentereng, ternyata performanya terjun bebas di Maung Bandung. Bahkan, pemain yang juga sempat menggetarkan tim-tim besar semisal Manchester United, Arsenal, Liverpool, dan Manchester City ini tak bisa berbuat banyak setiap kali diturunkan pelatih Persib Djadjang Nurdjaman.
Carlton Cole telah diberi kesempatan oleh Djanur untuk turun 4 kali yakni melawan Arema FC, PS TNI, Persipura, dan Barito Putera dari 11 laga yang sudah dilewati Maung Bandung. Dari 4 laga itu, Carlton Cole memang belum pernah tampil penuh 90 menit. Dengan berbagai pertimbangan dari tim pelatih, Carlton Cole dinilai belum dalam keadaan performa terbaik.
Apa yang ditampilkan di lapangan memang seperti itu saat latihan. Jadi, masyarakat bisa menilai sendiri bagaimana penampilannya, ucap Djanur kepada Pikiran Rakyat, di Bandung, Selasa 20 Juni 2017.

Djanur mengungkapkan, sebagai pelatih, dia tidak tahu apa yang menyebabkan performa Carlton Cole begitu terjun bebas saat bermain di Persib. Djanur memang minim informasi mengenai alasan mengapa performanya sangat jauh dengan yang ditampilkan saat bermain di Liga Inggris.
Saya tidak mengerti kenapa performanya seperti itu. Yang saya tahu, dulu dia pernah patah (kaki) tiga kali. Apakah karena itu? Tapi memang saya minim informasi mengenai grafik penampilannya. Padahal dia dulu membela Chelsea dan West Ham United, ujarnya.
Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk realistis dengan kehadiran Carton Cole di Persib. Dengan penampilannya saat melawan Barito Putera, Djanur sudah bisa membuat keputusan ke depannya.
Namanya memang membuat silau masyarakat tetapi nama itu sudah jauh dari harapan. Tentunya hal ini akan dibawa ke manajemen, ujar pelatih berusia 59 tahun itu.
Tantan dan Matsunaga
Dengan begitu, pada laga-laga berikutnya, Djanur berencana mengadalkan dua pemain yang bukan striker murni untuk menjadi target man. Mereka adalah Tantan dan Shohei Matsunaga. Tantan dan Shohei Matsunaga merupakan pemain yang posisi aslinya sebagai gelandang serang.
Kami tinggal mengandalkan pemain yang bukan striker murni, Matsunaga dan Tantan, ujarnya.
Sebenarnya persib punya Angga Febriyanto namun Angga dinilai belum siap bersaing di tim utama.
Mantan penyerang Timnas U-19 itu, menurut Djanur, masih perlu meningkatkan performanya.

Djanur sudah beberapa kali mengeluhkan permainan timnya di lini depan. Mandeknya kinerja para striker membuat permainan Persib mentok. Ancaman ke gawang lawan yang dilakukan Atep dan kawan-kawan lebih sering dengan percobaan tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti dan umpan-umpan silang dari kedua sayap. Faktanya, sejauh ini baru sembilan gol yang mampu diciptakan Persib.
Djanur paham bahwa dia tak bisa memaksakan kehendak mendapatkan pemain baru karena harus menunggu jeda paruh musim saat dibukanya jendela transfer. Putaran kedua masih jauh. Paling, kami maksimalkan saja pemain yang ada, ucapnya.
Persib saat ini duduk di peringkat 12 klasemen sementara Liga 1 dengan nilai 16 atau terpaut tujuh angka dari pimpinan klasemen sementara PSM Makassar. PSM Makassar merupakan lawan Maung Bandung berikutnya di pekan ke-12 Liga 1. Keduanya akan bertemu pada Rabu 5 Juli 2017 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung.***

carhartt-japan.com Situs Bola Online dengan bonus deposit 30% Sumber: Pikiran Rakyat