Atletico Madrid Tiba di Musim Terakhir Bersama Diego Simeone?

Ini adalah catatan terburuk sejak El Cholo menangani Atletico. Mungkinkah Simeone menyerah di tengah jalan, lantas pergi meninggalkan tim yang dibentuknya sejak 2012?
Akhir musim lalu, ketika final Liga Champions 2016 usai, Diego Simeone mengucapkan kalimat kontroversial. ia mengaku tengah memikirkan masa depannya di Atletico Madrid. Simeone sadar, semua ada siklusnya. Dua kali menembus final Liga Champions dan tak bisa memenanginya, menurut Simeone adalah alarm. Bahwa, bisa saja di musim-musim berikutnya, kesempatan dan keberuntungan timnya takkan terulang lagi.
Belakangan, Diego Simeone berubah pikiran. Ia memastikan tetap setia pada Rojiblancos. Tetapi justru hasil buruk yang melanda timnya; seolah formula Simeone sudah usang dan tak bisa dibuat untuk membawa Atletico Madrid lebih jauh lagi.

Tetapi ditegaskan oleh Juanfran, timnya masih sangat membutuhkan Diego Simeone. Sang bek kanan Atletico Madrid ini menilai, Simeone adalah sosok yang tak tergantikan. Di sisi lain, ia juga menyebut, timnya hanya tidak beruntung saja. Karena, dari segi permainan, ATM tampil lebih baik.
Segala sesuatu dalam hidup punya penghabisannya, tapi saya tidak bisa membayangkan Atleti tanpa Diego Simeone, pelatih terbaik di dunia. Bersama Cholo, kami berbicara tentang kondisi kekinian. Dan setelah musim ini sebagai musim terakhir kami di Estadio Vicente Calderon, saya yakin Cholo masih bakal bersama kami di stadion baru musim depan.
Dalam dua pertandingan awal, kami tampil lebih baik dibandingkan lawan, tapi harus lebih tajam di depan gawang. Musim lalu, kami bermain lebih buruk dalam beberapa kesempatan, tetapi nyatanya bisa meraih tiga poin. Jadi, ini bukan isyarat kegagalan bagi Atletico, atau masalah ketegangan.

carhartt-japan.com qiu qiu Sumber: Sidomi